IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KELUARGA : CEGAH KEK PADA IBU HAMIL DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DI RUMAH
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KELUARGA : CEGAH KEK PADA IBU HAMIL DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DI RUMAH
Mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) (dr. Ika Suhartati, dr. Mustofa, dan Shafa Sabilla Rahma, S.KM) merancang dan mengimplementasikan Program Pemberdayaan Keluarga untuk Mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil. Program ini berfokus pada pentingnya dukungan keluarga untuk menjaga kesehatan ibu hamil, khususnya dalam mencegah KEK, yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi.
Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah gizi utama yang dihadapi ibu hamil. KEK dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan, dan stunting. Salah satu indikator untuk mendeteksi risiko KEK pada ibu hamil adalah ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), yang harus lebih dari 23,5 cm. Program pemberdayaan keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya peran mereka dalam mendukung ibu hamil agar dapat menghindari KEK dan menjalani kehamilan yang sehat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas mata kuliah Promosi Kesehatan Intermediet Program Magister Kesehatan Masyarakat Unsoed, yang mengharuskan mahasiswa untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program promosi kesehatan berbasis keluarga. Program ini tidak hanya terfokus pada ibu hamil, tetapi juga melibatkan anggota keluarga khususnya suami dan orang tua untuk berperan aktif dalam mendukung ibu hamil.
Implementasi Program di Puskesmas
Pada pelaksanaan program ini, dr. Ika, dr. Mustofa, dan Shafa Sabilla Rahma, S.KM terlibat langsung dalam kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas. Program ini dilakukan dengan melibatkan ibu hamil dan keluarga mereka dalam sesi edukasi kesehatan, yang bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang pentingnya dukungan keluarga dalam pencegahan KEK. Kegiatan ini melibatkan dua kegiatan utama:
- Sosialisasi dan Edukasi tentang KEK dan Peran Keluarga --> Dalam kegiatan ini, ibu hamil dan suaminya diajak untuk memahami berbagai faktor yang mempengaruhi KEK, termasuk asupan gizi yang tidak mencukupi, kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang, serta stres yang berlebihan. Di sini, kelompok mahasiswa menjelaskan kepada ibu hamil dan suami mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi, seperti protein hewani, sayuran hijau, dan buah-buahan, serta pentingnya dukungan emosional yang diberikan keluarga agar ibu hamil merasa tenang dan tidak stres.
- Pemberian Materi Edukasi dan Konseling --> Selain sosialisasi, dalam sesi ini, kelompok mahasiswa membagikan materi edukasi yang dapat membantu ibu hamil dan keluarga memahami langkah-langkah yang dapat mereka lakukan di rumah, seperti memantau kondisi ibu hamil dengan mengukur LILA, memastikan ibu hamil mendapatkan asupan makanan yang cukup, serta mengatur waktu istirahat yang cukup. Gambar pertama menunjukkan suasana di mana petugas kesehatan sedang memberikan materi edukasi menggunakan poster yang menarik kepada ibu hamil dan suami. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan keluarga adalah bagian dari pendekatan program yang dilakukan.
Peran Keluarga dalam Pencegahan KEK
Dalam program pemberdayaan keluarga ini, suami dan anggota keluarga lainnya diberikan penjelasan yang jelas tentang pentingnya peran mereka. Para suami, yang merupakan pendamping utama ibu hamil, diberi pemahaman tentang pentingnya memastikan ibu makan tepat waktu, tidak melewatkan sarapan, dan membantu pekerjaan rumah yang berat agar ibu hamil memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat. Pada gambar kedua, terlihat seorang petugas kesehatan sedang memberikan konseling kepada ibu hamil tentang cara menjaga pola makan yang sehat dan menghindari stres selama kehamilan.
Program ini juga mencakup langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan keluarga sehari-hari, seperti:
- Penyediaan Makanan Bergizi: Keluarga diajak untuk menyusun menu makanan yang bergizi dan bervariasi, kaya akan protein hewani, sayuran hijau, dan buah-buahan.
- Pemantauan Kondisi Ibu Hamil: Suami atau anggota keluarga lainnya membantu memantau berat badan ibu hamil dan memeriksa LILA untuk mendeteksi dini risiko KEK.
- Dukungan Psikologis: Menciptakan lingkungan yang mendukung, termasuk mengurangi beban stres, yang dapat meningkatkan kesehatan mental ibu hamil.
- Pencarian Informasi Gizi: Keluarga diingatkan untuk aktif mencari informasi gizi yang tepat agar dapat mendukung kesehatan ibu hamil sepanjang kehamilan.
Dampak Positif dari Program
Implementasi program ini memberikan dampak positif, baik bagi ibu hamil maupun keluarga mereka. Ibu hamil merasa lebih didukung dan memiliki akses informasi yang benar mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan. Program ini juga berhasil mengedukasi keluarga untuk lebih peduli terhadap kesehatan ibu hamil, tidak hanya dalam hal pemenuhan gizi, tetapi juga dukungan emosional yang penting untuk mencegah stres.
Kegiatan ini juga berperan dalam menurunkan angka KEK dengan cara memotivasi keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, keluarga merasa lebih terlibat dalam proses kehamilan, yang dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung kesehatan ibu dan anak.
Evaluasi dan Harapan Ke Depan
Melihat keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan, program ini diharapkan dapat diterapkan di Puskesmas lain dan menjadi model dalam pencegahan KEK berbasis keluarga. Program ini juga memberikan pelajaran penting bagi mahasiswa mengenai bagaimana merancang dan mengimplementasikan program promosi kesehatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Kelompok mahasiswa berharap program ini dapat lebih diperluas, dengan melibatkan lebih banyak keluarga dan memberikan dampak yang lebih luas dalam mencegah KEK serta meningkatkan kualitas hidup ibu hamil dan anak di masa depan.
Kesimpulan
Program pemberdayaan keluarga untuk mencegah KEK ini telah berhasil diterapkan sebagai bagian dari tugas mata kuliah Promosi Kesehatan Intermediet. Dukungan keluarga terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, mencegah KEK, dan mengurangi risiko stunting. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan program serupa yang dapat diimplementasikan lebih luas di Indonesia.
